Pentingnya Peran Orangtua Dalam Keluarga Pada Zaman Milenial

 Pentingnya Peran Orangtua Dalam Keluarga Pada Zaman Milenial

Wilda Ayu Ernanda

Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang

Indonesia

Email : wildaayuernanda26@gmail.com

 

 

 

Abstrak

Artikel ini membahas tentang pentingnya peran orangtua di dalam keluarga. Dimana peran orangtua sangat berpengaruh terhadap perkembangan keluarganya sendiri. Dapat kita ketahui, pada zaman milenial ini, banyak anak-anak yang terabaikan karena orangtuanya sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga anak-anak mendapatkan dampaknya, seperti putus sekolah, pergaulan bebas, memakai narkoba, balap liar, dan lain-lain. Jadi dapat dipahami bahwa orangtua adalah Ayah dan Ibu yang bertanggung jawab atas perkembangan anak dan segala aspek kehidupannya sejak anak masih kecil hingga dewasa. Oleh karena itu, di dalam keluarga harus memiliki peraturan yang dibuat untuk dipatuhi dan ditaati oleh seluruh anggota keluarga. Maka dari itu, orangtua harus mengingatkan anak-anaknya agar mereka tidak terjerumus dalam kenakalan remaja yang saat ini sedang marak-maraknya.

 

Kata Kunci : Peran, Keluarga, Zaman Milineal.

 

Abstract

 

This article discusses the important role of parents in the family. Where the role of parents is very influential on the development of their own family. We can know, in this millennial era, many children are neglected because their parents are busy with their work so that children get the impact, such as dropping out of school, promiscuity, using drugs, illegal racing, and others. So it can be understood that parents are fathers and mothers who are responsible for the development of children and all aspects of their lives from childhood to adulthood. Therefore, the family must have rules that are made to be obeyed and obeyed by all family members. Therefore, parents must remind their children so that they do not fall into juvenile delinquency which is currently rampant.

 

Keywords : Role, Family, Millennial Age.

 

 

 

PENDAHULUAN

Keluarga adalah suatu kumpulan sosial yang dimana kumpulan ini satu sama lainnya memiliki hubungan darah. Oleh karena itu, di sebuah keluarga harus saling memiliki hubungan yang sangat erat dan saling berinteraksi agar tercipta kerukunan di dalam keluarga. Orang tua sangat berperan penting dalam keluarga, seperti membimbing anak-anak, memberi edukasi kepada anak-anak dalam hal agama, kesopanan, dan pendidikan. Apalagi di zaman milenial ini, banyak sekali orang tua yang kurang perhatian pada anak-anak mereka diakibatkan karena kemajuan teknologi informasi pada saat ini. Milenial adalah generasi anak muda zaman sekarang yang sangat ketergantungan pada teknologi informasi atau internet. Tidak hanya di generasi anak muda saja, para orang tua pun juga ikut ketergantungan internet di zaman milenial ini sehingga ada di antara mereka yang kurang perhatian dengan anak-anak mereka.

Akibat kurangnya perhatian dari orang tua, anak-anak bisa melakukan hal-hal yang mereka lihat di luar sana, seperti memakai narkoba, pergaulan bebas, tawuran, balap liar, ugal-ugalan di jalan raya, dan lain-lain. Bagi anak-anak yang di bawah 17 tahun, terkadang mereka sudah dibebaskan oleh orang tua mereka membawa motor ke jalan raya yang dimana anak-anak tersebut belum cukup umur untuk memiliki surat-surat kelengkapan bermotor. Oleh karena itu, orang tua harus menanamkan karakter kepada anak-anak mereka sejak dini agar mereka tidak terpengaruh oleh lingkungan luar pada zaman milenial ini.

 

PEMBAHASAN

​Orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam mendidik, membimbing, memimpin, dan  membentuk karakter anak-anaknya agar menjadi orang yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Peran orang tua dalam membentuk karakter yaitu artinya mengajarkan anak menjadi lebih baik dan dapat mengambil keputusan secara tepat. Ada beberapa cara orang tua untuk menanamkan karakter pada anak sebagai berikut:

1. Pengajaran

Pengajaran merupakan yang terpenting dalam pembentukkan karakter pada anak. Cara ini dapat dilakukan orang tua dengan cara memberikan pengetahuan tentang nilai-nilai karakter yang baik agar anak-anak dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Motivasi

Motivasi adalah suatu dorongan yang dimiliki individu untuk melakukan suatu tindakan yang biasanya akan menjadi penyemangat untuk dirinya.

3. Peneladanan

Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku yang biasanya dilakukan oleh anak-anak sebagian besarnya adalah meniru. Sehingga sifat meniru yang dimiliki oleh anak merupakan modal yang positif dalam menanamkan karakter pada anak. Oleh karena itu, jika orang tua memperlihatkan atau melakukan hal-hal yang positif, maka anak-anak pasti akan menerapkan hal-hal itu di dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

4. Peraturan

Cara yang lain adalah peraturan. Di setiap keluarga pasti memiliki peraturan untuk dipatuhi dan ditaati oleh seluruh anggota keluarga. Peraturan ini bisa diterapkan dalam keluarga untuk membatasi anak mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak harus dilakukan. Cara ini bisa mendorong anak untuk melakukan kebaikan dan tidak melakukan kejahatan. Untuk membuat peraturan ini sebaiknya harus dibuat dengan kesepakatan bersama sehingga seluruh anggota keluarga bisa menjalankan peraturan tersebut dengan baik.

 

KESIMPULAN

Dapat kita simpulkan bahwa keluarga adalah suatu kumpulan sosial yang dimana kumpulan ini satu sama lainnya memiliki hubungan darah. Peran orang tua dalam menanamkan karakter pada anak dapat membuat anak menjadi lebih baik dan dapat membedakan mana yang baik dilakukan dan mana yang tidak baik dilakukan. Ada empat cara untuk menanamkan karakter pada anak, yaitu pengajaran, motivasi, peneladanan, dan peraturan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

         

REFERENSI

Amirullah, 2014. Model Pendidikan Karakter Dalam Keluarga. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Darosy Endah Hyosy Endah Hyoscyamina.“Peran Keluarga dalam Membangun Karakter Anak”. Psikologi Undip, no.2 (Oktober 2011).

Effendi, Suratman, Ali Thalib, Wijaya, Dan B. Chasrul Hadi. 1995. Fungsi

Keluarga Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Jambi: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Goode, William J. 1983. Sosiologi Keluarga. Jakarta: Bina Aksara.

Gymnastiar, Abdullah, 2013, Membangun Karakter Baik Dan Kuat, Bandung: Darut Tauhid.

Helmawati. 2016. Pendidikan Keluarga Teoritis dan Praktis, PT Remaja Rosdakarya.

Jailani Syahran M. 2014. Teori Pendidikan Keluarga Dan Tanggung Jawab

Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Volume: 8 Nomor 2.

Mudjiono, Hermawan, Hisbaron, Noor Sulistyo, dan Sudarmo Ali. 1996. Fungsi Keluarga Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Soelaeman, Moehammad Isa, 1994, Pendidikan Dalam Keluarga, Bandung: Al-Ma‟arif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis TIK dalam PLS

Kesiapan Sumber Daya Manusia dalam Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Program PLS

PENGUASAAN TIK